Book Review: Bordeaux Tiga by Wiwik Mahdayani


 

Penulis: W.Mahdayani
Penerbit: Grasindo
Terbit: Mei 2014
Halaman: 288
Bahasa: Indonesia

Resensi:

"Dalam hidup ada masa di mana kita harus serius memikirkan masa depan. Pada sebagian orang kemungkinan harus mengesampingkan kesenangan. Jika saat itu tiba, kita bisa menjalaninya dengan baik karena sudah pernah mengalami masa penuh  kesenangan."



Novel berjudul 'Bordeaux Tiga' ini menceritakan tentang cita-cita dan pengalaman Kelana di negara Perancis. Di mulai dari tawaran salah satu dosen untuk memberikannya beasiswa ke Bordeaux. Sudah dipastikan kelana tidak membuang-buang waktu untuk menjemput impiannya itu.


"Kita memang selalu menginginkan apa yang tidak kita miliki."


Ternyata hidup di negara 'orang' tidak semudah yang Kelana kira, dia harus ekstra sabar dan berhati-hati. Di Bordeaux dia dipertemukan dengan tiga sahabat baru; GĂ©rard, Alexandrine, dan Thi Thuy yang selalu mendukung Kelana tanpa mempermasalahkan perbedaan budaya.

Tetapi perjalanan Kelana tidak berhenti hanya di Bordeaux saja, jiwa petualang selalu mampu membuatnya ingin menjelajahi dunia lebih luas lagi. Mulai dari Barcelona, Delhi, sampai gunung Himalaya.


Kedatangannya di Paris juga mempertemukan dia dengan Ajisaka, salah satu kawan Dewa, sahabat Kelana yang sesama mahasiswa Indonesia.


"Aku tak pernah mengerti kenapa senyumannya mampu mencerahkan hari, mengubah semua warna yang ada  di sekitar menjadi lebih cerah dari yang sebenarnya."


Ajisaka mampu membuat harapan-harapan timbul di ruang hati Kelana. Meskipun kenyataan cinta tidak harus selamanya berakhir bahagia.


"Mungkin cinta adalah hal yang memanusiakan manusia... walau aku tak tahu apakah perasaan ini bisa disebut cinta."


Analisa:


Menurut saya, untuk novel sejenis traveling seperti ini bahasa yang digunakan penulis masih terlalu baku. Mungkin bisa menjadi saran bagi penulis untuk memakai bahasa yang lebih 'ringan' dalam novel-novel selanjutnya :)


But over all, saya suka novel ini. Lagi-lagi karena bersetting di Paris, kota impian saya. Bagian yang paling seru adalah saat Kelana pergi ke Delhi. Saya jadi tahu banyak hal yang ada di kota itu. Tapi yang paling saya suka tetap yang settingnya di Paris. Karena di sana Kelana banyak menyusuri tempat-tempat bersejarah dengan Ajisaka. Saya masih penasaran pesan apa yang ada di dalam kartu yang dituliskan Kelana untuk Ajiska sebelum Kelana kembali ke Indonesia. Hehehe :D


Senang sekali rasanya bisa membaca dan mereview novel Bordeaux Tiga ini. Terimakasih banyak kepada @grasindo_id untuk novelnya :)


Untuk miminnya: Sudah ku review ya, min :p


Rating: 3,5/5



Xoxo,


G.

Post a Comment

Previous Post Next Post